Kuningan.– Selama tiga pekan ke depan, Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan akan menjadi pusat perhelatan seni kolaboratif bertajuk Menu Budaya Gembira (MBG). Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan utama berjudul “Negeri Tanpa Pertanyaan”, sebuah tafsir ulang atas puisi Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang karya Taufiq Ismail yang diolah menjadi pertunjukan teater, musik, dan tari dalam satu panggung yang utuh.
Humas MBG sekaligus Ketua Komunitas Teater Sado, Edi Supardi, menjelaskan, MBG bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan berbagai disiplin seni sekaligus ruang dialog antara karya sastra dan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan pengalaman baru, di mana puisi tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan melalui tubuh, bunyi, dan visual panggung,” ujarnya.
Pertunjukan “Negeri Tanpa Pertanyaan” menjadi inti dari kegiatan ini. Karya tersebut merupakan upaya menafsir ulang puisi legendaris Taufiq Ismail dengan pendekatan kolaboratif lintas seni. Melalui interpretasi ini, teks sastra dihidupkan kembali menjadi pengalaman artistik yang reflektif dan menggugah kesadaran penonton.
Kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas seni dan budaya di Kabupaten Kuningan, seperti Teater Sado, Aduide Media, Bukusam, Dapur Sastra Universitas Kuningan, Ethnic Music Ciremai Creative, GHC Dance Community, Kampung Dongeng Kuningan, Komunitas Maca, Rineka Sunda, Teater Istunink SMAGAR, Wihendar Local Musica, hingga Yayasan Hibar Budaya Nusantara. Kolaborasi ini juga didukung oleh ratusan pelaku seni, mulai dari aktor, penari, musisi, narator, hingga tim produksi yang bekerja secara kolektif.
Lebih jauh, kegiatan ini digelar sebagai upaya menggairahkan kembali ekosistem seni dan budaya lokal, sekaligus membuka ruang kreatif bagi para seniman. Selain itu, MBG juga diharapkan dapat memperkuat literasi sastra melalui pendekatan pertunjukan, serta membangun kesadaran publik akan pentingnya seni sebagai medium refleksi sosial.
Kegiatan ini akan berlangsung di Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan 10 – 26 April 2026. Pertunjukan dijadwalkan setiap hari Jumat pukul 14.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB.
Dengan durasi pelaksanaan yang terbatas, hanya tiga pekan, masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan kesempatan menyaksikan pertunjukan kolaboratif ini. MBG hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang perenungan – mengajak penonton untuk melihat kembali realitas melalui bahasa seni yang hidup dan bermakna.
(H.Aboy)

