Hidup Sebatang Kara dan Tunarungu, Ibu Arni Bertahan di Rumah Sederhana

Kuningan,-Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, Ibu Arni (65) menjalani hari-harinya seorang diri di rumah sederhana Blok Pahing RT 11 RW 04, Desa Kananga, Kecamatan Kasokandel, Kuningan.

 

Sebagai penyandang tunarungu dan tunawicara, Ibu Arni harus menghadapi hidup tanpa pendamping. Meski memiliki kerabat di desa yang sama maupun di perantauan, kondisi mereka juga terbatas sehingga tidak dapat merawatnya secara penuh.

 

“Beliau memang hidup sendiri di rumahnya. Saudaranya ada, tapi kondisinya juga terbatas,” ujar Kepala Desa Kananga, Wahyudin, saat ditemui.

 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Arni mengandalkan bantuan sosial pemerintah. Saat ini ia tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan atau PKH. Sebelumnya, ia sempat menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT-DD, namun dihentikan agar tidak terjadi penerimaan ganda.

 

Tak hanya menghadapi keterbatasan fisik dan ekonomi, Ibu Arni juga pernah kehilangan tempat tinggal. Rumahnya roboh akibat bencana. Pemerintah desa bersama warga kemudian bergotong royong memperbaiki rumah tersebut agar kembali layak dihuni.

 

Wahyudin mengatakan, pemerintah desa akan terus memantau kondisi Ibu Arni dan memastikan bantuan sosial sampai kepadanya. “Kami berharap masyarakat juga bisa turut peduli terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan seperti Ibu Arni,” katanya.

 

(H. Aboy)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *