Kuningan, -Diskatan(Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan) Bantu masyarakat Warga Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang dengan menggelaracara Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan,selama bulan Ramadhan 1447H. Senin (24/2/2026).
Dalam sambutannya Kepala Desa Haurkuning, Sartono, mengapreaiasi kinerja Diskatan atas kegiatan GMP yang digelar selama bulan suci Ramadhan.
“Kami atas nama warga Desa Haurkuning mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati,” ujarnya.
Ia menuturkan, program pangan murah sangat dinantikan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius pemerintah dari pusat hingga daerah.
“Kami siap mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan, koperasi, maupun program lainnya. Di Haurkuning sudah ada ketahanan pangan berupa ternak kambing sekitar 40 ekor. Kami juga mendapat bantuan pupuk dan bibit kelapa hibrida dari Dinas Pertanian,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si menjelaskan bahwa GPM di Haurkuning merupakan hari kedua pelaksanaan selama Ramadan.
“Tahun ini kami ditargetkan 25 kali GPM. Insyaallah dengan dukungan provinsi dan pusat, bisa mencapai minimal 32 kali sehingga setiap kecamatan mendapatkan giliran,” jelasnya.
Selama Ramadhan, pihaknya merancang 16 kali pelaksanaan GPM, ditambah satu kegiatan di Pendopo atau Mushola Ar-Rahmat pada 12 Maret mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, disediakan 2 ton beras yang dijual Rp60.000 per 5 kilogram, lebih murah dibanding harga pasar sekitar Rp75.000. Daging sapi yang di pasaran mencapai Rp145.000 per kilogram, dijual Rp120.000 di GPM.
“Jika ada yang lebih mahal dari harga pasar, tidak usah dibeli. Ini ikhtiar Bapak Bupati agar masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang,” Pungkasnya.
Ditempat yang sama Bupati Kuningan Dr. H..Dian Rachmat Yanuar, M.Si, mengatakan pemerintah daerah hadir untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok di Bulan Ramadhan.
“Biasanya di Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran harga-harga naik. Maka kami lakukan program ini agar harga lebih terjangkau, supaya ibu-ibu bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ujarnya.
Suasana berlangsung hangat. Bupati berinteraksi langsung dengan beberapa warga dan memberikan bantuan uang belanja secara spontan kepada warga lanjut usia, di antaranya Ibu Cocoh Rukisah, Ibu Kannah (85), dan Ibu Sariah.
Bupati secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (Padaringan) yang dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PKK, serta pelaku usaha lokal.
(H.Aboy)

