HMI Jabar Gelar Bootcamp Kuatkan Nilai Spiritual

Kuningan,-Bootcamp Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Wilayah Jawa Barat, dibuka resmi oleh Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, di Villa Pinus Kuda, Kuningan, Sabtu 7 Maret 2026. Bertajuk :“Dengan Silaturahmi, Kuatkan Nilai Spiritual, Intelektual, dan Profesional dalam Rangka Mengokohkan Pondasi Keinstrukturan Menuju Muslim Inteligensia”, Bootcamp BPL diikuti 80 peserta, terdiri dari anggota HMI Cabang Kuningan, BPL HMI cabang se-Jawa Barat, BPL Korwil Jawa Barat, serta undangan lainnya.

Wakil Bupati Tuti Andriani, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian penting dari proses perkaderan dalam organisasi mahasiswa Islam.

“Perkaderan instruktur bukanlah proses yang mudah atau biasa, melainkan jantung dari keberlanjutan organisasi. Dari para instrukturlah nilai tradisi intelektual, etika perjuangan, dan visi keumatan HMI diwariskan secara sistematis kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Kegiatan bootcamp dan simposium kata Tuti, menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas intelektual, ideologis, dan kepemimpinan kader HMI di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

Ia menilai, tantangan global saat ini seperti disrupsi teknologi, krisis nilai, serta berbagai persoalan kebangsaan menuntut organisasi mahasiswa untuk melahirkan kader yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga matang dalam bersikap dan bijak dalam bertindak.

“Sebagai organisasi mahasiswa Islam, HMI memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa. Oleh karena itu proses perkaderan harus mampu melahirkan instruktur yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai keislaman dan keindonesiaan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, instruktur dalam organisasi tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik sekaligus teladan yang akan membentuk karakter serta arah perjuangan kader di masa depan.

Sementara itu, panitia pelaksana menjelaskan, kegiatan bootcamp ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi bagi kader HMI dalam memperkuat nilai spiritual, intelektual, dan profesionalisme kader.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir instruktur-instruktur HMI yang mampu memperkuat sistem perkaderan serta melanjutkan tradisi intelektual dan perjuangan organisasi secara berkelanjutan.

(H.Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *