Kuningan,-Kolang-kaling atau lebih dikenal buah aren, yang biasanya kurang laku di pasaran, namun setiap bulan Ramadan omzet penjualan semakin meningkat dibanding sebelum bulan Ramadan. Seperti diketahui, Kolang kaling menjadi salah satu kudapan khas untuk berbuka puasa atau takjil saat Ramadan, tutur Marni (37) pedagang di Pasar Baru Kuningan, Minggu 1 Maret 2026.
Buah “Caruluk” yang dikenal Kolang-kaling ini sebenarnya hampir terdapat di setiap daerah, diantaranya Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Majalengka dan daerah lainnya khususnya di Jawa Barat. Diketahui penghasil produksi Kolang-kaling paling dikenal yaitu, Desa Sukamanah Kabupaten Cianjur.
Barnas (63) Perajin kolang-kaling di Desa Sukamanah, dikenal sebagai pembuat kolang-kaling yang sarat pengalaman sejak puluhan tahun silam dalam melestarikan tradisi pembuatan manisan Kolang-kaling. Kudapan yang satu ini rasanya selain menyegarkan juga sebagai simbol kebersamaan kearifan lokal yang turun temurun dan tetap lestari.
Alhamdulillah, Bulan Ramadan ini adalah bulan berkah dan momen yang sangat dinanti. Pasalnya kalau diluar Ramadan omzet penjualan menurun, ungkapnya.
Barnas menuturkan, proses pembuatan kolang-kaling memiliki teknik tersendiri khusus untuk menjaga keaslian rasanya. Kolang-kaling yang ia buat terkenal dengan rasa manis yang pas dan tekstur yang kenyal, menjadikannya favorit di kalangan warga sekitar.
Selama Ramadan biasanya omset terus meningkat, dengan harga Rp 18.000/per- kilogram pukul rata bisa mencapai sebesar Rp 500 ribu perhari, tutur dia.
Jujur saja kata Barnas, bulan Ramadan ini membawa berkah untuk mengais rezeki lebaran, pungkasnya.
(H.Aboy)

