Kuningan,-Sejumlah warga Ciawigebang menolak rencana masuknya Pondok Pesantren Al-Zaytun ke Kabupaten Kuningan. Penolakan disampaikan Deffan de Purnama, warga Ciawigebang, Minggu (10/5/2026), merespons aktivitas tim Al-Zaytun di bawah pimpinan Panji Gumilang.
“Saya menolak keras siapapun yang mengizinkan kehadiran Al-Zaytun Indramayu masuk ke Kuningan, khususnya di Ciawigebang. Kami akan bergabung bersama MUI dan masyarakat untuk melawan,” tegas Deffan.
Deffan mengutip pernyataan mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menilai Al-Zaytun menyimpang dan berbahaya. Menurutnya, Gus Dur pernah menyebut pesantren tersebut sebagai “musuh kemanusiaan” yang berpotensi merusak tatanan masyarakat dan masa depan anak bangsa.
Ia juga menyebut, berdasarkan pandangan PWNU Jawa Barat dan MUI, ajaran Al-Zaytun dinilai menyimpang dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah. “Pimpinan Al-Zaytun, Panji Gumilang, dinilai kontroversial dan pernah menolak bertemu tim investigasi MUI,” kata Deffan.
Deffan menambahkan, pernyataan Gus Dur mengenai penyimpangan ini sudah disampaikan jauh sebelum polemik menguat pada 2023. Ia khawatir jika Al-Zaytun masuk Kuningan, sejumlah tokoh MUI dan tokoh agama di Ciawigebang akan menolak.
“Kita berpegang teguh pada ajaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Jangan gadaikan agama demi uang dan kekayaan sekejap,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan tersebut.
(H. Aboy)

