Kepala BNN RI: Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Bangsa

Majalengka,– Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar Kuliah Umum Nasional bertajuk “Membangun Resiliensi Generasi Muda di Tengah Ancaman Narkotika” di Auditorium Universitas Majalengka, Kamis (6/8/2026). Kegiatan juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Majalengka.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., hadir sebagai narasumber utama. Turut hadir Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.Si., serta Rektor Universitas Majalengka Dr. H. Otong Syuhada, S.H., M.H., diikuti jajaran OPD, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Dalam pemaparannya, Kepala BNN RI menegaskan: “Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita semua—masyarakat, tokoh agama, mahasiswa—sebagai agen perubahan dan penerus bangsa.” Kuliah umum ini menjadi upaya memperkuat literasi dan ketahanan generasi muda agar mampu berkata “Tidak pada Narkoba”.

Sementara Data menunjukkan keprihatinan serius: 331 juta orang di dunia menggunakan narkoba. Di Indonesia, angka penyalahgunaan mencapai 2,11% atau setara 4,15 juta jiwa usia produktif, dengan kelompok usia 15–24 tahun menyumbang 33% kasus. Artinya, 1 dari 3 penyalahguna adalah generasi muda. Ancaman kini makin kompleks: narkotika bertransformasi menjadi kejahatan transnasional berbasis teknologi, logistik, dan keuangan digital.

Lebih jauh Suyudi Ario Seto mengungkap temuan Zat Psikoaktif Baru (NPS) yang berjumlah 1.522 jenis di 155 negara; di Indonesia telah teregulasi 177 jenis, namun masih ada 5 jenis berbahaya yang belum sepenuhnya masuk regulasi. Pengujian cairan vape pun mencatat temuan ganja sintetis, sabu, hingga zat etomidate yang kini resmi masuk daftar Narkotika Golongan II. Atas dasar itu, BNN RI telah merekomendasikan pelarangan vape/rokok elektrik karena terbukti menjadi pintu masuk peredaran narkotika cair.

Suyudi Ario Seto berharap Kegiatan ini mempererat kolaborasi pemerintah, institusi pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat demi menciptakan lingkungan bersih dari narkoba, sekaligus memastikan Visi Indonesia Emas 2045 dibangun di atas SDM yang sehat, berkarakter, dan bebas dari jerat narkotika. Imbuhnya.

(H. Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *