Kuningan,-Rencana pembangunan Jalan Tol Cirebon–Kuningan–Ciamis atau Cikumis kembali menjadi sorotan. Proyek ini masuk dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020-2040 dan dinilai bakal menjadi penghubung strategis utara-selatan Jawa Barat.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023, Tol Cikumis akan terintegrasi dengan ruas tol existing menuju Jawa Tengah dan wilayah selatan Jabar. Jalur ini dirancang tersambung langsung dengan Tol Palimanan–Kanci.
Titik awal berada di sekitar sebelum Exit Tol Ciperna dari arah Jakarta. Di kawasan itu akan dibangun simpang susun sebagai akses utama menuju Kabupaten Kuningan. Jalur kemudian bergerak ke selatan melewati Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, dengan trase di sisi barat jalur utama Cirebon–Kuningan dan dekat bandara perintis Cirebon.
Kabupaten Kuningan mendapat akses melalui tiga gerbang tol utama yang menjangkau wilayah utara, tengah, hingga selatan.
1. *Exit Tol Cilimus* – Berada di perbatasan Cirebon-Kuningan, melayani mobilitas warga timur Cirebon seperti Beber dan kawasan utara Kuningan. Lokasi ini juga menjadi akses menuju wisata kaki Gunung Ciremai.
2. *Exit Tol Kramatmulya* – Menjadi akses utama Kuningan tengah hingga selatan. Exit ini diperkirakan mempermudah konektivitas pusat kota dan wilayah Cibingbin.
3. *Exit Tol Cigugur* – Mendukung mobilitas menuju wisata selatan Kuningan, termasuk Waduk Darma. Keberadaannya dinilai mampu mendorong ekonomi lokal dan kunjungan wisatawan.
Setelah Kuningan, jalur Tol Cikumis direncanakan terus ke selatan menuju Ciamis hingga Tasikmalaya di wilayah Manonjaya. Tol ini juga akan terhubung dengan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap yang membuka akses lebih cepat ke Pangandaran.
H. Dudy Pamuji, S.E., M.Si. Anggota Komisi III (Bidang Keuangan) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Baratmendukung proyek tersebut. Menurutnya, tol yang melintasi Kuningan akan membawa dampak positif bagi perkembangan daerah, terutama di sektor ekonomi dan pariwisata.
“Pembangunan jalan tol yang melewati Kabupaten Kuningan tentu akan membawa dampak positif bagi perkembangan daerah ke depan,” ujarnya. Saat diwawancarai via telpon selular. Rabu (20/05/2026).
Jika seluruh proyek terealisasi, konektivitas antarwilayah di Jawa Barat dipastikan semakin terbuka dan berdampak besar pada pertumbuhan wisata serta investasi daerah.
(H. Aboy)

