Kuningan,-Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan melakukan pemeriksaan dan monitoring hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 H. Kegiatan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, di sejumlah titik peternakan dan pasar hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Dr. H. Asep Taufik Rohman,M.Si.,M.Pd., bersama Kepala Bidang Peternakan, drh.Rofiq, memimpin langsung kegiatan tersebut. Pemeriksaan juga melibatkan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Polres Kuningan, dan UPTD Puskeswan Kuningan.
Sementara Pemeriksaan pertama dilakukan di Pasar Domba Awirarangan. Sebanyak 300 ekor domba diperiksa kesehatannya. Hasilnya, sekitar 200 ekor memenuhi kriteria sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. Hewan yang lolos diberi tanda kalung sehat sebagai penanda.
Selanjutnya, sekitar 100 ekor domba dinyatakan belum layak karena belum cukup umur.
Tim kemudian melanjutkan pemeriksaan ke peternakan sapi milik Arip di Awirarangan. Dari sekitar 40 ekor sapi yang diperiksa, beberapa ekor juga dinyatakan belum layak karena belum memenuhi usia kurban.
Lebih jauh, Pemeriksaan selanjutnya dilakukan di peternakan sapi milik Yuswardi di Desa Cilaja. Sebanyak 30 ekor sapi diperiksa. Salah satu sapi yang diperiksa merupakan calon bantuan Presiden dengan bobot 1.080 kg. Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi tersebut sehat, baik secara fisik maupun berdasarkan hasil laboratorium.
Rofiq mengatakan, kegiatan ini bertujuan memastikan hewan kurban yang beredar di Kuningan memenuhi standar kesehatan dan syarat syariat.
“Kami ingin masyarakat tenang saat membeli hewan kurban. Hewan yang diberi kalung sehat sudah melalui pemeriksaan dokter hewan dan layak dipotong,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Kamis, 21 Mei 2026.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kuningan mengimbau pedagang dan peternak untuk tidak menjual hewan yang belum cukup umur. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan di titik-titik penjualan hewan kurban lainnya hingga H-3 Idul Adha.
(H. Aboy)

