Kuningan.- Pemerintah Desa Darma bersama BPD Dan BUMDes Darma, Kab. Kuningan, serius membahas persoalan kompensasi pemanfaatan sumber air Darma oleh PAM Tirta Kamuning Kuningan yang dinilai belum sebanding dengan nilai ekonomi air yang dikelola di tingkat desa.
Menurut keterangan Kepala Desa Darma Yadi Juharyadi, selama ini PAMDes Darma yang dikelola BUMDes melayani sekitar 1.000 pelanggan. Dari jumlah pelanggan
tersebut, kebijakan tiap rumah mendapat alokasi gratis 10 meter kubik per bulan dan tarif lanjutan hanya Rp300/per-meter kubik Total pendapatan dari retribusi air desa rata-rata sekitar Rp 6 juta per bulan, ungkap Yadi Juharyadi kepada awak media Senin (9/02/2026).
Menurut perhitungan riil jika dikalkulasikan setahun, pendapatan PAMDes bisa mencapai sebesar Rp70 jutaan/per-tahun. Selama ini kami menerima kompensasi dari PAM Tirta Kamuning Kuningan, atas pemanfaatan air Darma tersebut hanya sekitar Rp60 juta/per-tahun, jelasnya.
Melihat kenyataan ini, kami Pemerintah Desa Darma meminta keadilan kepada PAM Tirta Kamuning, untuk meningkatkan kompensasi air yang di sedot dari Waduk Darma, harapnya.
Seperti diketahui bahwa, selama ini kami menerima kompensasi dari PAM pertahun sekitar Rp60 juta. Sementara itu, meski kemarau panjang pihak PAM Kuningan, masih menggunakan air dari Waduk Darma dengan debit kurang lebih 37 liter per detik Imbuhnya.
(H.Aboy)

