Kuningan,-Penghujung ramadan di Kota Kuningan diwarnai tumpukan sampah yang berserakan diatas trotoar. Terpantau di jalan Pramuka tak jauh dari masjid Ar’Rahmat pendopo Bupati Kuningan, tepatnya sebelah utara pendopo Bupati Kuningan, sampah rumah tangga dibuang seenaknya oleh warga di atas trotoar. Kamis 19 Maret 2026.
Tumpukan sampah tersebut tidak hanya menumpuk di depan eks-kantor PT Pertani, melainkan di beberapa titik tumpukan sampah diatas trotoar menghiasi wajah Kota Kuningan. Seperti di jalan Otista tikungan dekat SMPN II Kuningan, di Jl. Siliwangi dekat “Traffic Light”, Jl. Juanda, Jl. RE Martadinata Ciporang dan beberapa titik antara lain, di Jl. Ajid pasar darurat Civicung dan depan RS Jantung Hasna Medika sampah menumpuk diatas trotoar.
Warga membuang sampah diatas trotoar memang sudah terbiasa. Pasalnya pihak pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak menyediakan fasilitas keranjang ataupun tempat pembuangan sampah permanen di setiap sudut.
Untuk meminimalisir buang sampah diatas trotoar, kata Aria Prayoga warga pituin Kuningan, perlu dibangun “Bak Sampah” disetiap sudut kota.
Bak sampah ini untuk menampung sampah rumah tangga, sebelum diangkut oleh truk sampah DLH, ucap Aria.
Sementara itu, diperoleh keterangan volume sampah selama bulan ramadan ini cenderung meningkat jika dibanding sebelumnya. Selama ramadan ini volume sampah setiap harinya total mencapai 480 ton lebih. Sedangkan pada bulan- bulan sebelumnya hanya 300 Ton per-hari.
Menggunungnya sampah di beberapa titik tersebut, akibat tidak terangkut lantaran armada angkutan truk sampah masih belum ideal. Sementara ini, jumlah armada truk sampah di Kuningan tercatat 22 unit truk. Diperparah lagi dengan keberadaan TPA Di Desa Ciniru kondisinya saat ini sudah “overload”. Artinya harus segera pindah ke lokasi TPA baru.
Menurut keterangan pihak DLH Kuningan, lokasi baru TPA ke wilayah Kuningan Timur tepatnya di Desa Cibulan Kecamatan Cidahu.
(H.Aboy)

