Kuningan,-Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan para petani untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna menjaga keberlangsungan produksi pangan di daerah.
Peringatan tersebut disampaikan usai acara penyerahan Surat Keputusan penugasan guru sebagai kepala sekolah di halaman Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (15/6/2026).
Menurut Bupati, musim kemarau diprediksi berlangsung mulai Juni hingga November, bahkan berpotensi meluas hingga Desember. Kondisi ini harus menjadi perhatian utama, terutama bagi sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
“Musim kemarau ini diperkirakan mulai bulan Juni sampai November, bahkan bisa berlanjut hingga Desember. Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian untuk menyusun langkah antisipasi bagi para petani, karena kita tidak ingin produksi pangan di Kuningan mengalami penurunan,” ujar Bupati Dian.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan persiapan awal melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, jajaran TNI, serta kepala daerah se-Indonesia yang membahas kesiapan menghadapi musim kemarau.
Dalam waktu dekat, Bupati menambahkan akan menggelar rapat koordinasi khusus yang melibatkan Kodim, Polres, BMKG, dan seluruh perangkat daerah terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai dampak yang mungkin timbul.
Selain mengganggu sektor pertanian, kemarau panjang juga berpotensi menimbulkan risiko kebakaran lahan dan gangguan ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat, petani, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita akan segera mengambil langkah-langkah penanganan. Saya berharap para petani juga mulai mempersiapkan diri, mengelola sumber air yang ada dengan bijak, serta mengikuti arahan teknis yang disampaikan dinas terkait agar produksi pangan tetap terjaga,” katanya.
Bupati mengajak para petani untuk tidak menunggu dampak kemarau terasa, melainkan melakukan persiapan sejak dini, mulai dari penghematan air, perbaikan saluran irigasi, hingga penyesuaian pola tanam yang sesuai dengan kondisi cuaca.
“Kunci utamanya adalah kesiapan bersama. Dengan koordinasi yang baik dan langkah antisipasi yang tepat, insya Allah ketahanan pangan Kabupaten Kuningan tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang cukup panjang ini,” pungkasnya.
(H.Aboy)

