Kuningan,-Pembebasan lahan untuk rencana pembangunan pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Jalaksana dan Japara, Kabupaten Kuningan, mulai memanas setelah muncul dugaan praktik mafia tanah.
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jalaksana memasang puluhan spanduk bernada kritik di kawasan proyek pada Minggu, 17 Mei 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap proses pembebasan lahan yang dinilai tidak transparan.
Aksi dipimpin Ketua PAC Pemuda Pancasila Jalaksana, Yanto Rusdianto. Ia menyoroti dugaan minimnya transparansi dalam proses pembebasan lahan yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami mempertanyakan regulasi pembebasan lahannya. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan dibodoh-bodohi,” ujar Yanto saat diwawancarai Kuninganjabarinfo.my.id pada Senin, 18 Mei 2026.
Yanto mengatakan pihaknya menerima sejumlah informasi terkait dugaan kurang terbukanya proses transaksi lahan di kawasan rencana pembangunan pabrik sepatu tersebut.
“Kalau saya bilang RCTI, itu Rombongan Calo Tanah Indonesia. Jangan sampai ada pihak yang bermain dan mengambil keuntungan di atas masyarakat kecil,” tegasnya.
Lebih jauh, Yanto menolak segala bentuk praktik yang dinilai merugikan warga.
“Saya paling tidak suka penindasan. Kadang penjajah itu bukan dari luar negeri, tapi orang kita sendiri,” ucapnya.
Proses pembebasan lahan disebut belum rampung sepenuhnya. Berdasarkan informasi yang diterima, pembayaran baru dilakukan dalam bentuk uang muka atau DP. Pelunasan direncanakan pada 20 Mei 2026.
“Informasinya belum lunas, baru DP. Rencana pelunasan tanggal 20 Mei lusa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak investor maupun instansi terkait mengenai dugaan mafia tanah dalam proses pembebasan lahan tersebut.
(H. Aboy)

