Kuningan,– Puluhan jamaah umrah asal Kabupaten Kuningan mengalami nasib memprihatinkan, terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/8/2026). Keberangkatan yang seharusnya berjalan lancar justru tersendat diduga akibat masalah penerbitan visa, disertai rangkaian perubahan jadwal yang membingungkan.
Awalnya rombongan dijadwalkan berangkat pada 28 Juli 2026, namun diundur menjadi 1 Agustus pukul 21.40 WIB. Jadwal keberangkatan dari Kuningan dan jenis maskapai pun berubah-ubah—dari Lion Air menjadi Saudi Airlines—tanpa informasi jelas kepada jamaah.
Sesampainya di bandara pukul 17.50 WIB, para jamaah hanya diminta menunggu di area keberangkatan tanpa ada proses check-in. Barulah mendekati waktu terbang, sekitar pukul 21.00 WIB, panitia membagikan tanda pengenal padahal pesawat sudah memasuki tahap last call. Belakangan terungkap, visa umrah baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB sehingga mustahil mengejar jadwal penerbangan.
Akibatnya, rombongan batal berangkat dan tertahan di bandara hingga larut malam. Jamaah berupaya meminta kejelasan, namun terjadi saling lempar tanggung jawab antar pihak panitia tanpa solusi pasti. Ketika ada tawaran bantuan tiket pagi berikutnya, penyelenggara travel dinilai keberatan menanggung biaya tambahan tersebut.
Sekitar pukul 00.00 WIB, situasi semakin tidak jelas. Sebagian jamaah dibawa bus ke hotel, namun sisanya memilih tetap bertahan di bandara demi menunggu kepastian. Hingga dini hari pukul 03.40 WIB, mereka masih belum mendapatkan kejelasan.
Pihak keluarga jamaah yang melaporkan kejadian ini menyebutkan, pimpinan travel penyelenggara Al Zam Zami berinisial HF beserta keluarganya sulit dihubungi. Janji mediasi pagi hari pun belum terlaksana. Upaya konfirmasi dari media kepada pihak travel juga belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.
(H.Aboy)

