Kuningan,-Nama lengkap, alamat, hingga nomor telepon pribadi Haji Udin Saefudin tercantum dalam dokumen appraisal KJPP Kampianus & Partner. Padahal warga Kelurahan Cijoho yang merupakan tetangga Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar itu mengaku tak pernah disurvei atau dimintai izin.
Keberatan disampaikan keluarga Haji Udin saat dikonfirmasi di kediamannya, Jumat 19/6/2026. Didampingi putranya Hari Putra, mereka menegaskan identitas ayahnya dipakai sebagai data pembanding tunjangan perumahan pimpinan & anggota DPRD Kuningan tanpa konfirmasi.
Hari Putra membantah keras proses pengumpulan data oleh KJPP. “Tidak pernah ada pihak KJPP datang ke rumah untuk survei, tanya harga sewa, atau minta data apa pun. Tidak ada kunjungan, tidak ada telepon, tidak ada konfirmasi sama sekali,” tegasnya.
Ia mengakui identitas di dokumen memang milik ayahnya. Tapi ia mempertanyakan dasar hukum pencantuman data pribadi secara rinci.
“Nama, alamat, bahkan nomor HP pribadi dicantumkan tanpa persetujuan. Padahal keterangan asetnya juga tidak sesuai kenyataan,” ujarnya.
Menurut keluarga, bangunan yang dimaksud berada di Jalan RE Martadinata. Aset itu tidak disewakan, melainkan ditawarkan jual dengan harga Rp1,7 – 2 miliar.
Bangunan tersebut dikuasai sejak tahun 2000-an. Sementara rumah tempat tinggal sudah dimiliki sejak era 1980-an.
“Kami tidak pernah sewakan tempat itu. Kalau dijadikan acuan harga sewa, datanya jelas salah dan menyesatkan,” jelasnya.
Selain akurasi data, keluarga juga menyorot penyebaran informasi pribadi. Nomor HP yang seharusnya dilindungi justru muncul di dokumen publik.
“Kami keberatan secara tegas. Data dipakai tanpa izin, isinya pun tidak benar. Jika ke depan menimbulkan dampak buruk, kami tidak menutup kemungkinan tempuh jalur hukum,” kata Hari Putra.
Keluarga Haji Udin meminta KJPP Kampianus & Partner serta Sekretariat DPRD Kuningan segera beri klarifikasi. Mereka ingin penjelasan soal sumber data, dasar pencantuman identitas, dan alasan pakai informasi yang tidak sesuai kondisi riil.
Sementara itu, hingga berita ini tersiar, konfirmasi dari KJPP Kampianus & Partner belum diterima.
(H. Aboy)

