99% Siswa Kuningan Ikuti TKA, Disdikbud Ingatkan Orang Tua Cermat Pilih Jalur PPDB

Kuningan,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan mengingatkan orang tua siswa kelas 6 SD agar lebih cermat dalam memilih jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Pemahaman terhadap potensi anak dinilai menjadi kunci agar peluang diterima di sekolah tujuan semakin besar.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kuningan, Surya,S.Pd., M.M., menegaskan bahwa setiap siswa memiliki peluang berbeda sesuai domisili dan potensi akademik maupun non-akademiknya. Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti rapat zoom meeting pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Surya, pemilihan jalur yang tepat merupakan strategi penting. Jika lokasi rumah dekat dengan sekolah tujuan, jalur domisili atau zonasi menjadi pilihan paling aman. Namun, bagi siswa yang memiliki prestasi, jalur prestasi bisa menjadi peluang besar untuk bersaing meskipun domisilinya jauh dari sekolah yang dituju.

“Kalau memungkinkan melalui jalur domisili, ya pilih domisili. Tapi kalau anak punya prestasi dan rumahnya jauh, maka jalur prestasi bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa yang memiliki penghargaan tingkat nasional, internasional, juara lomba, atau peringkat akademik terbaik sangat berpotensi diterima melalui jalur prestasi. Karena itu, orang tua perlu mengenali potensi anak sejak dini agar tidak salah memilih jalur.

Disdikbud Kuningan juga meluruskan perbedaan antara Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) dan Tes Potensi Akademik (TKA) yang masih sering disalahpahami masyarakat.

PSAJ merupakan ujian akhir bagi siswa kelas 6 SD yang sebelumnya dikenal sebagai Ujian Sekolah. Hasilnya menjadi salah satu komponen penentu kelulusan.

Sementara TKA tidak menentukan kelulusan. Tes ini berfungsi sebagai dokumen pendukung akademik melalui Surat Hasil Tes Potensi Akademik (SHTKA). Nilai TKA dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan tambahan saat mendaftar ke SMP maupun SMA melalui jalur prestasi, berdampingan dengan nilai rapor.

Pelaksanaan TKA juga terintegrasi dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk menyusun rapor pendidikan sekolah. Jika sekolah tidak mengikuti TKA, maka tidak memiliki data rapor pendidikan.

“Sekolah akan rugi kalau tidak ikut TKA. Alhamdulillah, di Kabupaten Kuningan lebih dari 99 persen siswa mengikuti TKA,” jelas Surya.

Tingginya partisipasi tersebut dinilai membantu menjaga kualitas pemetaan pendidikan di Kuningan, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai jalur seleksi.

(H. Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *