Jalan Raya Palutungan Terendam Banjir 40 Cm, Pengendara Motor Terjebak

Kuningan,-Ruas Jalan Raya Palutungan, Kabupaten Kuningan, terendam banjir dengan ketinggian 30 hingga 40 cm pada Sabtu sore, 16 Mei 2026, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang. Kondisi ini membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Banjir mulai merendam badan jalan sekitar pukul 15.30 WIB. Arus air yang cukup deras membuat sejumlah pengendara roda dua kesulitan melintas. Beberapa kendaraan bahkan mogok di tengah genangan.

Pengendara sepeda motor menjadi yang paling terdampak. Sejumlah pengendara memilih menepi dan menunggu air surut untuk menghindari risiko kecelakaan. Kendaraan roda empat juga harus melintas perlahan sehingga terjadi kemacetan pendek di lokasi.

Peristiwa terjadi di Jalan Raya Palutungan, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu sore pukul 15.30 WIB. Jalan ini merupakan jalur utama menuju sejumlah objek wisata di Palutungan yang ramai dilalui wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Warga sekitar, Asep (33), mengatakan banjir di titik tersebut sering terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Ia menduga banjir semakin parah akibat banyaknya pembangunan permanen di kawasan objek wisata sekitar Palutungan yang tidak memperhatikan ruang resapan air.

“Kalau hujan deras pasti banjir. Airnya naik cepat, tinggi bisa sampai selut orang dewasa. Motor banyak yang mogok karena mesin kemasukan air, sementara banyak objek wisata yang bangunannya permanen menutup lahan. Akibatnya air hujan tidak terserap dan langsung mengalir ke jalan. Ini yang bikin banjir cepat datang dan lama surutnya,” jelasnya. Saat diwawancarai. Senin (18/05/2026)

Asep berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan, baik berupa normalisasi saluran air maupun perbaikan drainase di sepanjang Jalan Raya Palutungan.

“Kondisi ini bisa memicu kecelakaan pengguna jalan jika tidak segera ditangani saat hujan deras. Jika tidak ditindaklanjuti, objek wisata yang menjadi pemasukan PAD Kuningan bisa sepi karena banjir yang semakin parah,” pungkasnya.

(H. Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *