Kuningan,-Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan memperkuat infrastruktur digital melalui program digitalisasi desa dan penanganan hoaks untuk mewujudkan pemerintahan yang modern dan transparan.
Diskominfo Kabupaten Kuningan mendorong digitalisasi desa melalui pembangunan website desa. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi informasi publik, efektivitas pelayanan, serta promosi potensi desa berbasis digital.
Di tengah derasnya arus informasi digital, risiko penyebaran hoaks dan kerentanan data pribadi semakin tinggi. Karena itu, Diskominfo menguatkan dua jalur sekaligus: pelayanan publik digital dan keamanan informasi.
Kepala Diskominfo Kuningan, Ucu Suryana, menjelaskan bahwa penanganan hoaks dilakukan melalui program “Kuningan Saber Hoaks”. Program ini menggunakan pendekatan edukatif, responsif, dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat daerah, media massa, komunitas, hingga relawan digital.
“Tujuannya menjaga ruang informasi publik tetap sehat dan terpercaya,” ujar Ucu saat dikonfirmasi pada Senin, 18 Mei 2026.
Penguatan keamanan informasi dan perlindungan data pribadi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan. Diskominfo membentuk tim keamanan siber daerah, melakukan pemindaian kerentanan sistem secara rutin, serta memberikan edukasi keamanan digital kepada perangkat daerah.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan data pemerintah dan masyarakat di era digital.
Dalam sesi dialog, dibahas pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang kini terus diperluas dalam pelayanan pemerintahan. Penggunaan TTE dinilai mampu meningkatkan efisiensi administrasi karena dokumen dapat ditandatangani kapan saja dan di mana saja secara digital.
Selain menghemat waktu dan biaya, penerapan TTE mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Lebih jauh Ucu Suryana menegaskan, visi besar Diskominfo Kuningan adalah mewujudkan Smart Government melalui transformasi digital. Fokusnya tidak hanya pada teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja, tata kelola pemerintahan, serta penguatan sumber daya manusia.
“Dengan konektivitas yang semakin merata dan dukungan ekosistem digital yang terus berkembang, kami optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, responsif, dan berbasis data,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap langkah ini mendukung terwujudnya visi Kuningan MELESAT dan Indonesia Emas 2045.
(H. Aboy)

