Kuningan,-Jembatan Tentara Pelajar Batalion 400 Brigade XVII yang melintasi Kali Cipedak di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, resmi dibuka kembali untuk umum setelah melalui proses rehabilitasi menyeluruh. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, pada Rabu (17/6/2026), didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimcam, anggota DPRD, serta dihadiri ratusan warga setempat.
Kepala Desa Cijemit, Wawan Ruswara, dalam laporannya menjelaskan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi penghubung utama bagi warga Desa Cijemit, Gunungmanik, Pinara, sebagian wilayah Cipedes, serta masyarakat se-Kecamatan Ciniru. Selain menjadi jalur transportasi barang dan hasil bumi, jembatan ini juga menjadi akses penting bagi para pelajar untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jembatan ini berdiri sejak tahun 1990 dan menjadi tulang punggung perekonomian serta mobilitas warga selama lebih dari tiga dekade. Kerusakan parah mulai terlihat pada April 2025 akibat curah hujan tinggi yang mengikis fondasi penyangganya, hingga konstruksi mengalami retakan signifikan,” ungkap Wawan.
Kondisi terus memburuk hingga September 2025, sehingga pemerintah desa terpaksa melarang kendaraan roda dua maupun roda empat melintas demi keselamatan. Pada Desember 2025, bagian badan jembatan bahkan patah dan akses ditutup total. Perbaikan baru dapat dimulai pada Januari 2026, sempat terhambat cuaca ekstrem dan banjir, namun akhirnya tuntas sepenuhnya pada Juni 2026.
Pihak desa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, pelaksana pekerjaan, serta seluruh pihak yang turut mendukung terselesaikannya rehabilitasi ini.
Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini memiliki makna lebih dari sekadar sarana penghubung jalan.
“Peresmian ini bukan hanya membuka akses yang terputus, melainkan menjadi simbol harapan, persatuan, dan keterhubungan antarmasyarakat. Sungai boleh memisahkan wilayah, tetapi jembatan ini akan terus menyatukan hati, semangat, dan cita-cita kita bersama,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi menjadi pelajaran berharga soal hubungan manusia dengan lingkungan. Ia mengajak warga untuk turut menjaga kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan, agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lama dan bermanfaat secara berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan kerja sama dan kepedulian semua pihak. Pemerintah terus berusaha memprioritaskan kebutuhan warga sesuai kemampuan anggaran, namun peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas umum tetap menjadi kunci utama agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang,” Imbuhnya.
(H.Aboy)

