Kuningan,-Tim UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan kasus darurat non-kebakaran. Pada Senin, 29 Juni 2026, empat personel dari Regu 3 diterjunkan untuk membantu mengevakuasi benda asing yang tersangkut di bagian tubuh sensitif seorang warga yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di wilayah Kuningan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian ini mula-mula diketahui oleh istri korban. Ia melihat suaminya merintih kesakitan dan terlihat gelisah, namun enggan menjelaskan keluhannya saat ditanya. Setelah dibujuk dan didesak, korban akhirnya mengaku bahwa sebuah benda asing tersangkut dan menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri yang hebat, sehingga sulit dikeluarkan secara mandiri.
Karena kondisi yang semakin memburuk, keluarga segera membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Pihak rumah sakit telah melakukan penanganan awal, namun karena keterbatasan peralatan khusus untuk melepaskan benda yang tersangkut dengan aman, tim medis kemudian menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan melalui jalur pelaporan AGN.
Begitu menerima laporan, tim piket langsung bergerak menuju lokasi. “Empat anggota Piket Regu 3 segera meluncur ke rumah sakit. Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai prosedur keselamatan agar tidak menimbulkan luka tambahan,” jelas Alex, salah satu petugas yang terlibat.
Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Dengan bantuan peralatan khusus dan koordinasi yang baik bersama tim medis, benda asing tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dengan selamat. Selanjutnya, korban mendapatkan perawatan lanjutan dari dokter untuk pemulihan kondisinya.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu meminta bantuan jika menghadapi kondisi darurat serupa.
“Jika mengalami kejadian yang membutuhkan penanganan khusus dan alat yang tidak dimiliki secara pribadi, segera hubungi layanan darurat 112 atau kantor Damkar terdekat. Jangan mencoba menanganinya sendiri karena justru berisiko memperparah luka atau cedera,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa tugas Damkar tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga siap siaga melaksanakan berbagai jenis penyelamatan dan evakuasi non-kebakaran demi keselamatan warga.
(H.Aboy)

