Kuningan,-Kebakaran hebat melanda bangunan gudang sekaligus tempat tinggal milik Toto, warga di RT 06 RW 08, Dusun Lame Payung, Kecamatan Kuningan, pada Rabu (1 Juli 2026). Api diduga kuat bermula dari korsleting instalasi listrik yang kemudian membesar dan menghanguskan tumpukan bahan mudah terbakar.
Berdasarkan keterangan Ketua RT 05 Nana Risyana, bangunan tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan kulit kambing dan kulit sapi. Sementara pemilik rumah yang juga menjabat sebagai Ketua RT dan Anggota Polisi, saat kejadian sedang berada di luar kota sehingga di lokasi hanya ada anaknya yang selamat tanpa luka bakar.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Karena isinya banyak kulit kering yang sangat mudah terbakar, api merambat sangat cepat hingga membakar sebagian bangunan gudang yang berbahan kayu.” jelas Nana Risyana.

Sementara Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, S.E., menjelaskan kronologi awal kejadian: warga pertama kali melihat kobaran api sudah muncul di bagian atap bangunan. Warga segera berteriak memanggil anak pemilik rumah, meminta bantuan warga sekitar untuk berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, sekaligus segera melapor ke kantor UPT Damkar sekitar pukul 15.05 WIB.
Begitu menerima laporan, tim Damkar segera bergerak ke lokasi dengan mengerahkan 2 unit kendaraan pemadam dan 14 personel. Di lokasi, petugas dibantu oleh warga sekitar, anggota Polsek, Babinsa, serta Satpol PP untuk mempercepat proses pemadaman.
Berkat kerja sama yang baik, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.50 WIB dan tidak merambat ke bangunan tetangga.
Akibat peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 50 juta. dan tidak korban jiwa, namun bangunan gudang beserta seluruh isinya habis terbakar. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Andri mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat disebabkan oleh instalasi listrik, peralatan gas, maupun pembakaran sampah. Ia menyarankan agar secara rutin memeriksa kondisi selang dan regulator gas, menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan, serta menggunakan kabel dan peralatan listrik yang berstandar SNI.
“Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa dan pengelola lingkungan perumahan diharapkan menyediakan sarana proteksi kebakaran, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air,” pungkasnya.
(H.Aboy)

