Kuningan,-Kebakaran hebat melanda area penyimpanan bahan baku triplek atau veneer di wilayah Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Sabtu (25/7/2026). Berkat kerja cepat petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan setelah berlangsung sekitar 45 menit.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Kuningan, Dayat Hidayat, menjelaskan bahwa objek yang hangus terbakar merupakan tumpukan lembaran veneer serta sejumlah bangunan saung penyimpanan milik perusahaan tersebut.
“Yang terbakar adalah tumpukan veneer atau bahan baku pembuatan triplek yang sudah berbentuk lembaran, beserta bangunan saung penyimpanannya,” ungkap Dayat.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala tidak ringan. Angin yang bertiup cukup kencang memperlebar jangkauan api, sementara lokasi sumber air bersih relatif jauh dari titik kejadian sehingga memperlambat penanganan awal.
“Kesulitan utamanya berasal dari tiupan angin kencang dan akses sumber air yang cukup jauh, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api menjadi lebih lama,” tambahnya.
Dari kejadian tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta. Selain menghanguskan tumpukan bahan baku, api juga merambat ke lima unit saung berukuran sekitar 50 meter serta sepuluh unit saung lainnya berukuran 30–40 meter.
Berdasarkan penyelidikan awal di lokasi, titik api diduga bermula dari area selatan lokasi penyimpanan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu percikan api dari pembakaran limbah kupasan kayu di area pembuangan sampah perusahaan. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun penyelidikan lebih lanjut masih kami lakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas Dayat.
Sementara itu, Camat Cilimus Ade Bunyamin, SE., M.Si., mengimbau seluruh lapisan masyarakat maupun pelaku usaha di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra memasuki musim kemarau disertai angin kencang seperti saat ini.
Ia mengingatkan agar aktivitas pembakaran limbah atau sampah diawasi hingga api benar-benar padam dan tidak ada bara yang tersisa. Selain itu, pengecekan instalasi listrik secara berkala juga perlu dilakukan guna mencegah risiko korsleting.
“Kami harap masyarakat dan pengusaha lebih berhati-hati. Pastikan api pembakaran sampah benar-benar mati, periksa kabel listrik, dan hindari menumpuk barang mudah terbakar di tempat terbuka saat cuaca sedang kering dan berangin seperti sekarang,” pesan Ade Bunyamin.
Pemerintah Kecamatan Cilimus berkomitmen terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta mengedukasi warga guna meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
(H.Aboy)

