Kuningan.– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan, hingga pertengahan tahun 2026 sudah mencapai sebesar Rp 118,2 miliar lebih atau 51,78 persen dari target Rp 228,2 miliar lebih. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Bappenda Kuningan, Laksono Dwi Putranto menjelaskan, persentase tersebut semakin terus bertambah seiring masuknya setoran berbagai jenis pajak daerah. Bahkan pada hari ini update data terbaru, tercatat tambahan penerimaan sekitar Rp278 juta dari sejumlah objek pajak, terangnya saat di wawancara di ruang kerjanya Rabu (15/7/2026).
Penyumbang pajak terbesar diantara sektor usaha diperoleh dari jasa makanan dan minuman. Total setoran terbesar dari sektor pariwisata yaitu, Arunika Eatery dengan total setoran di atas satu miliar rupiah lebih. Berikut daftar 10 besar wajib pajak penyumbang PAD Kuningan tahun 2025 antara lain,

1. Arunika Eatery
2. Botanika
3. Richeese Kuliner Indonesia
4. CV Jagara Berkah Wisata
5. Restoran Food Life
6. Hotel Santika Premier Linggarjati
7. PT ASP Hotel and Resort
8. Pizza Hut Kuningan
9. Hotel Tirta Sanita
10. Cibiuk Resto
Peningkatan capaian ini kata Laksono, tak lepas dari pengawasan ketat berbasis teknologi, salah satunya pemasangan “tapping box” di hotel, restoran, hingga tempat hiburan. “Alat ini sangat membantu mengatasi keterbatasan personel. Kami bisa mencocokkan laporan wajib pajak dengan data transaksi asli. Jika ada selisih besar, akan ditetapkan sebagai kurang bayar sesuai aturan, ujarnya.
Kepatuhan wajib pajak lanjut Laksono, saat ini tercatat sangat baik, mencapai sekitar 98 persen. Bapenda juga terus melakukan sosialisasi, pendataan ulang, serta penegasan melalui pemasangan stiker bagi yang belum kooperatif.
Sementara itu, Sistem elektronik ini terbukti efektif; salah satu kafe yang baru dipasangi alat pun menunjukkan lonjakan setoran pajak. Namun, Bapenda tetap melindungi pelaku UMKM sesuai aturan pusat, di mana usaha dengan omzet di bawah batas ketentuan dibebaskan dari pajak daerah.
Laksono berharap Seluruh transaksi pembayaran kini sepenuhnya non-tunai lewat bank, QRIS, atau metode lain ke rekening resmi pemerintah guna menjamin keamanan, transparansi, dan akuntabilitas.
“Kami berharap dengan pendekatan yang disesuaikan, dan pembayaran sepenuhnya non tunai potensi maksimal kenaikan PAD Kuningan meningkat dan tranparan,” pungkasnya.
(H.Aboy)

