Kuningan,-Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Dr. H. Ukas Suharfaputra, M.P., menyatakan harapan besar agar kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kuningan dapat menjadi pendorong utama percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program ini difokuskan untuk memperluas akses air bersih, terutama bagi wilayah timur yang selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih.
Pernyataan itu disampaikan Ukas usai mendampingi rombongan Komisi V DPR RI meninjau lokasi di Jalan Lingkar Timur Selatan Kadugede dan kantor PAM Tirta Kamuning, pada Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat cakupan pelayanan air bersih yang saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan wilayah, sementara target nasional yang ditetapkan adalah 80 persen.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan dorongan nyata agar pembangunan sistem pelayanan air minum di Kuningan bisa berjalan lebih cepat. Kehadiran wakil rakyat pusat memungkinkan mereka melihat langsung kondisi di lapangan dan kebutuhan mendesak yang ada,” ujar Ukas.
Salah satu prioritas utama adalah pengembangan jaringan air bersih untuk wilayah timur Kuningan, yang meliputi Kecamatan Cibingbin, Cimahi, dan Cibeureum. Wilayah ini dikenal paling rawan kekeringan, terutama saat musim kemarau tiba.
“Selama ini wilayah timur menjadi daerah yang paling sering kesulitan air. Jika pembangunan SPAM melalui skema SPAM Cibeureum dan Bendung Kuningan dapat terealisasi, dampaknya akan sangat terasa bagi keseharian masyarakat,” tegasnya.
Selama dua tahun terakhir, PAM Tirta Kamuning harus menyalurkan bantuan air bersih sekitar 900 ribu hingga 1 juta liter per tahun menggunakan tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga wilayah timur saat musim kemarau. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan butuh solusi jangka panjang.
Program yang diusulkan mencakup pelayanan bagi 12 desa di tiga kecamatan tersebut, dengan target pembangunan mencapai 10.000 sambungan rumah paling lambat tahun 2028.
“Jika target ini tercapai, masyarakat wilayah timur tidak perlu lagi kesulitan mencari air atau mengantre dengan jerigen saat musim kemarau. Kami berharap dukungan anggaran dan perizinan dari pusat dapat segera terwujud agar pembangunan bisa dimulai secepatnya,” pungkasnya.
(H.Aboy)

