Kuningan,– Persaingan menuju kursi Komisaris PT Perseroda BPR Kuningan sangat ketat dari tahapan seleksi yang berlangsung nama Deden Kurniawan Sopandi kini berada di posisi teratas.
Deden yang juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Kuningan memiliki skor 8,383. Angka itu menempatkannya sebagai posisi pertama dalam pengumuman resmi Panitia Seleksi tertanggal Rabu 15 April 2026.
Selanjutnya, Irvan Adisatrio menempel di posisi kedua dengan nilai 8,025. Sementara Rahmadi harus puas di peringkat ketiga dengan skor 7,636.
Ketiganya dipastikan lolos ke tahap akhir: wawancara dengan Bupati Kuningan selaku Kuasa Pemilik Modal. Tahapan ini akan menjadi penentu siapa yang benar-benar layak mengisi kursi Komisaris tersebut.
Ketua Panitia Seleksi, Uu Kusmana, menegaskan seluruh proses berjalan sesuai prinsip objektivitas dan profesionalitas.
“Kami memastikan setiap tahapan dilakukan secara transparan untuk mendapatkan siapa yang terbaik,” ujarnya.
Sementara seleksi ini bukan sekadar adu nilai. Lebih dari itu, posisi komisaris memegang peran penting dalam mengawal arah kebijakan dan mengawasi kinerja perusahaan daerah kedepan.
Lebih jauh BPR Kuningan tengah berada di titik balik. Status badan hukumnya resmi berubah menjadi PT Perseroda setelah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon pada 8 April 2026.
Perubahan dengan status baru, BPR Kuningan dituntut lebih lincah, adaptif, dan kompetitif di tengah ketatnya industri perbankan daerah. Sosok komisaris yang terpilih nanti tak hanya dituntut paham tata kelola, tetapi juga mampu mempunyai arah bisnis dengan inovasi dan tantangan yang harus dihadapi.
Dari sekian banyak pelamar, hanya tiga nama yang berhasil menembus seleksi administrasi. Kini, mereka berdiri di garis akhir untuk menentukan siapa yang akan Terpilih sebagai Komisaris.
(H.Aboy)

