Kuningan,-Puluhan mobil perusahaan di kuningan mengalami kendala untuk mengisi bahan bakar akibat kartu pertamina atau kartu barcode untuk syarat pengisian bahan bakar minyak (BBM) terblokir akibatnya tidak bisa melakukan pengisian bahan bakar.
Perusahan As Putra yang berada di kuningan baru kali ini mengalami pemblokiran kartu barcode pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), yang bikin kaget perusahaan tersebut juga mempunyai Usaha SPBU di beberapa titik di wilayah Kabupaten kuningan.
“benar kendaraan Milik As Putra mengalami Kendala saat mengisi bahan bakar BBM Kartu barcode terblokir sehingga tidak bisa mengisi BBM.” Ujar salah satu Pegawai Ekpedisi As Putra. Saat wawancara melaui whatsapp. Minggu 11 April 2026.
Inilah solusi Jika barcode (QR Code) BBM subsidi/MyPertamina terblokir, segera hubungi Pertamina Call Center 135 untuk mengetahui penyebabnya. Anda dapat mengajukan sanggahan (buka blokir) melalui email pcc135@pertamina.com dengan melampirkan foto/video KTP, STNK, BPKB, dan Surat Pernyataan. Pastikan nomor polisi kendaraan terdaftar di akun resmi.Berikut adalah langkah-langkah detail mengatasi barcode BBM terblokir:
1.Konfirmasi ke Call Center 135Hubungi 135 atau melalui Instagram/aplikasi MyPertamina untuk memastikan alasan pemblokiran, apakah karena kesalahan sistem, penggunaan berlebih, atau dugaan penyalahgunaan.
2.Siapkan Berkas DokumenSiapkan berkas pendukung dalam bentuk digital (maksimal 15 MB):Video pemilik kendaraan (pernyataan identitas).Foto KTP dan STNK.Foto BPKB.Surat pernyataan identitas konsumen (dapat diunduh di ptm.id/suratpernyataanah) yang sudah ditandatangani dan bermaterai.Tangkapan layar QR code terblokir.
3.Kirim Email SanggahanKirim email ke pcc135@pertamina.com dengan subjek “Sanggah Negatif List” dan lampirkan dokumen di atas.
4.Reset Kode QRJika blokir karena ganti kendaraan atau data lama, lakukan refresh atau reset kode QR melalui website subsidi tepat mypertamina.Penyebab Umum Barcode Terblokir:Penyalahgunaan barcode (dipindai di banyak tempat atau digunakan orang lain).Kecurigaan sistem terhadap konsumsi BBM yang tidak wajar.Data kendaraan tidak sesuai atau belum diperbarui.
(H.Aboy)

