Kuningan,-Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, merespons serius beredarnya informasi mengenai dugaan keterlibatan empat siswa sekolah dalam kasus peredaran narkotika jenis sintetis atau sinte di wilayah Kabupaten Kuningan. Meski belum ada konfirmasi resmi, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap generasi muda.
Menurut Dian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan terkait kasus tersebut. Oleh sebab itu, ia meminta agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya penjelasan lengkap dari aparat penegak hukum.
“Saya belum mengetahui secara rinci persoalan ini karena belum ada rilis resmi dari BNN maupun Satres Narkoba Polres Kuningan. Kita harus menyikapi hal ini dengan hati-hati dan tidak terburu-buru, agar tidak menimbulkan informasi yang keliru,” ujar Dian saat di hubungi via telpon seluler. Sabtu (6/6/2026).
Meskipun demikian, Dian menegaskan bahwa kabar yang beredar ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua. Ia menilai pendidikan dan pembinaan karakter tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak sekolah semata, mengingat waktu interaksi anak di lingkungan sekolah memiliki batasan.
“Yang pasti, adanya informasi ini harus membuat kita semua lebih peduli dan peka terhadap anak-anak kita. Pendidikan karakter bukan tanggung jawab sekolah saja, karena waktu anak di sekolah itu terbatas. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat besar pengaruhnya,” tegasnya.
Dian mengingatkan, orang tua harus menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk lebih intens mengawasi aktivitas dan lingkungan pergaulan anak, terutama di luar jam belajar. Kelalaian dalam mengawasi dikhawatirkan bisa membuka peluang masuknya pengaruh buruk yang menjerumuskan anak ke hal negatif.
“Orang tua harus lebih berhati-hati dan dekat dengan anak. Jangan sampai masalah justru muncul saat mereka berada di luar lingkungan sekolah, di mana pengawasan kita minim. Pastikan kita tahu dengan siapa mereka bergaul dan apa saja kegiatan mereka,” tambahnya.
Lebih jauh, peran keluarga sangat penting untuk bersinergi dengan sekolah, komite sekolah, dan masyarakat luas. Menurutnya, ekosistem pendidikan yang aman dan bebas dari narkoba hanya bisa tercipta jika semua pihak bergandengan tangan.
“Perlu kita sadari bersama, lingkungan pendidikan yang sehat harus dibangun secara kolektif. Sekolah, komite, masyarakat, dan orang tua harus bersinergi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga masa depan anak-anak,” ucapnya.
Terkait status keempat pelajar yang disebut-sebut terlibat, Dian mengaku belum bisa memastikan apakah mereka berposisi sebagai pengguna, pengedar, atau ada fakta lain yang belum terungkap. Pihaknya berencana segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendapatkan kejelasan data dan fakta yang sebenarnya.
“Saya belum bisa memastikan apakah mereka pengguna, pengedar, atau ada hal lain di balik kasus ini, karena fakta lengkapnya belum saya dapatkan. Nanti saya akan segera berkoordinasi dengan BNN dan Satres Narkoba agar informasi yang kita sampaikan nanti jelas, tepat, dan berdasar data valid,” pungkas Bupati.
(H.Aboy)

