H. Udin: Program MBG Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045, Dapur Wajib Penuhi Standar BGN

Kuningan,-Ketua Paguyuban Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnaedi, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan besar menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, seluruh dapur MBG wajib memenuhi standarisasi Badan Gizi Nasional (BGN).

H. Udin yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan menyoroti masih banyak dapur MBG di Kuningan yang belum menuntaskan kelengkapan administrasi. Mulai dari Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, hingga Sertifikat Kompetensi Koki BNSP.

“Administrasi itu memang pelengkap. Tapi yang lebih penting adalah pemberian menu MBG kepada penerima manfaat sesuai komposisinya. Jangan sampai dikurangi seperti yang kita lihat di postingan orang tua di media sosial, menunya tidak layak,” ujar H. Udin.

Patuhi Juknis BGN, Termasuk IPAL
Ia mengajak seluruh mitra, baik dapur yang sudah berjalan maupun yang belum beroperasi, untuk mengikuti anjuran, arahan, dan petunjuk teknis (juknis) dari BGN. Salah satunya soal Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang kerap diabaikan.

“Saya mengajak seluruh mitra agar mengikuti seluruh anjuran dan juknis yang telah ditentukan oleh BGN,” tegasnya, Saat di Wawancarai via telpon Selular.Minggu (18/4/2026).

H. Udin berharap dapur MBG di Kuningan memenuhi seluruh standar BGN. Mulai dari perizinan, sertifikat IPAL, kelayakan bangunan, peralatan masak, hingga sumber daya manusia. Setiap dapur wajib memiliki ahli gizi, chef, asisten lapangan, dan relawan bagian persiapan-pemorsian yang terlatih.

“Kalau dapur sesuai standarisasi BGN, relawannya terlatih, sarana pendukungnya lengkap, otomatis masakan akan bagus. Anak-anak pun benar-benar dapat asupan gizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan,” jelasnya.

Menurut H. Udin, negara tidak asal-asalan membuat program MBG. Ada tujuan mulia di baliknya, yakni menyehatkan anak bangsa demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Makan Bergizi Gratis adalah tujuan mulia agar seluruh anak mendapatkan hak yang sama terkait kebutuhan gizinya. Ini dipersiapkan dari sekarang. Ini luar biasa,” katanya.

Terkait keluhan orang tua soal menu yang tidak sesuai standar, H. Udin menegaskan menu MBG sudah memiliki pedoman baku. Ahli gizi di dapur bertugas memastikan komposisi menu terpenuhi.

“Fungsinya ahli gizi di dapur itu mengatur agar menu yang disajikan sesuai. Di situ ada protein hewani, buah-buahan, sayuran, susu, dan karbohidrat. Itu sudah sangat komplit,” pungkasnya.

(H. Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *