Eceng Gondok Waduk Darma Ganggu 9 Desa Penyangga Pemerintah Gerak Cepat Bersihkan

Kuningan,-Ledakan populasi tanaman eceng gondok telah menimbulkan dampak serius bagi fungsi Waduk Darma yang menjadi sumber kehidupan bagi sembilan desa penyangga di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Gulma air yang tumbuh subur ini menutupi permukaan air, menurunkan kualitas dan kuantitas air, mengganggu budidaya ikan, serta menurunkan daya tarik kawasan wisata. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan dipimpin langsung Bupati

Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.,

menggelar aksi pembersihan besar-besaran yang melibatkan ratusan elemen masyarakat dan instansi terkait pada Sabtu (13/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dipusatkan di kawasan Wisata Waduk Darma, Jalan Lingkar Waduk Darma, Desa Jagara. Sebanyak 410 orang dari berbagai unsur hadir dan bergotong royong membersihkan hamparan eceng gondok yang telah menyelimuti sebagian besar badan air waduk.

 

Bupati Dian dalam sambutannya menegaskan bahwa Waduk Darma merupakan denyut nadi perekonomian dan kebutuhan hidup bagi sembilan desa penyangga. Keberadaan eceng gondok yang tumbuh tak terkendali tidak hanya merusak keseimbangan ekosistem, tetapi juga menghambat distribusi air untuk irigasi pertanian, mengurangi hasil tangkapan dan budidaya ikan, serta menurunkan kunjungan wisatawan.

 

“Kita melihat pemandangan yang memprihatinkan. Eceng gondok ini jika dibiarkan terus menutupi permukaan air, mengurangi pasokan oksigen, menyebabkan pendangkalan akibat pembusukan, dan merugikan langsung masyarakat di 9 desa sekitarnya. Sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata ikut terganggu,” tegas Bupati Dian.

 

Aksi pembersihan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Turut hadir dan terlibat Wakil Bupati Tuti Andriyani, Sekda U. Kusmana, jajaran Dinas PUTR, DLH, Disperkan, Disporapar, serta perwakilan TNI, Polri, BBWS Cimanuk Cisanggarung, UPTD PSDA Jawa Barat, BUMDes, pelaku usaha, LSM, dan seluruh kepala desa penyangga waduk. Alat berat, perahu, dan peralatan kebersihan dikerahkan untuk membersihkan eceng gondok mulai dari depan SDN 1 Jagara hingga kawasan objek wisata.

 

Kepala Desa di sembilan wilayah penyangga menyambut baik langkah ini. Mereka mengakui dampak nyata yang dirasakan warga, mulai dari kesulitan mendapatkan air bersih, menurunnya hasil panen ikan, hingga biaya tambahan untuk mengatasi penyumbatan saluran air akibat gulma tersebut.

 

Lebih jauh Bupati Dian menegaskan bahwa pembersihan ini adalah langkah awal. Ke depannya, pengawasan berkelanjutan melibatkan warga dan petani ikan akan diperkuat agar eceng gondok tidak tumbuh kembali secara liar. “Kami berpesan kepada kepala desa dan camat, jadikan aksi ini pemicu kesadaran. Jangan sampai setelah bersih hari ini, besok dibiarkan tumbuh lagi,” Pungkasnya.

 

Selain menjaga fungsi waduk sebagai penyedia air baku dan irigasi, upaya ini juga bertujuan memulihkan daya tarik wisata Waduk Darma serta menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap memberikan manfaat maksimal bagi generasi sekarang dan mendatang.

 

(H.Aboy)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *