Kuningan,-Pemerintah Kabupaten Kuningan memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tahun 2026 dengan mengusung tema “Kita Jaga Tradisi, Kembangkan Inovasi Ketahanan Pangan Kuningan”. Peringatan yang berlangsung di Lapang Bola Jalan Gunung Keling, Kuningan, pada Selasa (9/6/2026) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, Anggota DPRD komisi 2 Sri Laelasari, serta para petani dari berbagai wilayah.
Sambutan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan komitmen daerah untuk tidak melupakan kearifan lokal di bidang pertanian, sekaligus terus berinovasi guna memperkuat ketahanan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Kita ingin tetap memelihara nilai-nilai tradisi bertani yang telah diwariskan turun-temurun, namun di saat yang sama harus berani menerapkan teknologi dan inovasi agar hasil pertanian kita semakin meningkat dan mampu menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan,” ujar Wahyu.
Dalam laporannya, Wahyu Hidayah mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada produktivitas padi di Kabupaten Kuningan berkat penerapan teknologi dan pola tanam yang lebih modern. Data menunjukkan bahwa hasil panen padi mengalami kenaikan mencapai 30 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Berkat penerapan aplikasi dan teknik budi daya yang lebih baik, saat ini satu hektar lahan pertanian mampu menghasilkan panen hingga 12 ton gabah. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, rata-rata hanya mampu menghasilkan sekitar 6 ton per hektar. Ini adalah capaian yang membanggakan dan membuktikan bahwa inovasi memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peningkatan hasil produksi tersebut membuat Kabupaten Kuningan tercatat mengalami surplus pangan yang cukup besar, yakni mencapai 120 ribu ton per tahunnya. Meskipun demikian, masih terdapat persoalan yang menjadi perhatian bersama, di mana harga beras di pasaran Kuningan masih berada di atas rata-rata harga di daerah lain.
“Di satu sisi kita bersyukur karena mampu memproduksi secara melimpah bahkan memiliki kelebihan produksi hingga 120 ribu ton. Namun di sisi lain, hal yang menjadi sorotan adalah harga beras yang masih terasa tinggi bagi daya beli masyarakat. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar rantai distribusi dan harga bisa lebih terjangkau,” ungkap Wahyu.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kelompok tani, pedagang, hingga pihak terkait, untuk mencari solusi terbaik. Tujuannya agar peningkatan produksi pangan ini tidak hanya dinikmati dari sisi kuantitas, tetapi juga memberikan dampak positif berupa kestabilan harga yang adil bagi petani sekaligus terjangkau bagi konsumen.
Peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memacu semangat petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pelaku sektor pertanian di Kabupaten Kuningan.
(H.Aboy)

