Kuningan,-Universitas Kuningan (Uniku) menyatakan perang terbuka terhadap peredaran narkoba di lingkungan kampus. Komitmen itu ditegaskan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan, Selasa (21/4/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si., dan Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., dihadiri Jadubag TU BNNK, para Ketua Tim, para wakil rektor dan dosen. MoU ini menjadi sinyal keras bahwa tidak ada lagi ruang bagi sindikat atau pengguna untuk bersembunyi di balik jubah akademik.
MoU ini menjadi langkah preventif sekaligus kuratif untuk menjadikan Uniku zona merah bagi peredaran narkoba. Agus Mulya menegaskan tidak ada lagi ruang bagi sindikat atau pengguna untuk bersembunyi di balik jubah akademik.
“Jangan biarkan masa depan hancur sebelum berkembang. Kita tidak sedang sekadar tanda tangan kertas, kita sedang menyelamatkan nyawa generasi emas Indonesia dari cengkeraman sindikat!” tegas Agus, yang juga alumni Uniku.
Langkah ini dikawal langsung jajaran elit Uniku, mulai dari seluruh wakil rektor hingga para dekan. Keterlibatan penuh pimpinan menunjukkan komitmen total kampus memutus rantai ketergantungan narkotika.
Agus Mulya kembali ke almamaternya dengan misi penyelamatan melalui program unggulan Kampus BERSINAR dan ANANDA BERSINAR. Ia menyebut generasi emas Indonesia tidak akan terwujud selama otak anak bangsa masih diracuni zat adiktif.
Rektor Anna Fitri Hindriana merespons dengan janji dukungan penuh terhadap seluruh program BNNK. Ia menegaskan lingkungan akademik yang sehat dan produktif adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Kampus adalah pabrik intelektual, bukan pasar barang haram. Hari ini kita tegaskan: tidak ada tempat bagi narkoba untuk bersembunyi di balik jubah akademik Universitas Kuningan!” ujar Rektor Anna.
Lewat kesepakatan ini, Uniku akan memperketat kebijakan internal. Langkahnya meliputi integrasi edukasi masif, pembentukan relawan anti-narkoba dari unsur mahasiswa, hingga penguatan pengawasan di seluruh lini kampus.
Kolaborasi BNNK-Uniku menjadi momentum bersejarah yang menegaskan peran universitas bukan sekadar menara gading ilmu pengetahuan, melainkan benteng pertahanan terakhir dari infiltrasi narkoba demi melahirkan generasi yang bersih, cerdas, dan unggul.
(H. Aboy)

