Terjatuh dari Lantai Dua Zamzam Pool, Kondisi Anak Dipastikan Aman Tanpa Cedera Serius  

Kuningan,-Insiden terjatuhnya seorang anak dari lantai dua kawasan Objek Wisata Zamzam Pool, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (14/6/2026) dipastikan tidak menimbulkan luka maupun cedera serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis menyeluruh, korban hanya mengalami lecet dan memar ringan, serta kondisinya kini sudah pulih sepenuhnya.

 

General Manager Zamzam Pool, Dede Susanto, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, menjelang jam operasional berakhir. Saat itu sebagian pengunjung bersiap pulang, sementara petugas sedang melakukan pembersihan dan penutupan area kolam renang.

 

“Menurut keterangan orang tua, sebagian rombongan sudah berada di kendaraan dan menunggu anggota keluarga lain yang masih berganti pakaian. Saat kejadian, orang tua maupun pendamping sekolah tidak menyadari anak tersebut naik ke atas pagar. Mereka baru mengetahui setelah anak terjatuh,” ungkap Dede saat diwawancarai, Selasa (16/6/2026).

 

Segera setelah kejadian, petugas memberikan pertolongan pertama dan membawa korban yang sempat tidak sadarkan diri ke Rumah Sakit Linggarjati. Karena kekhawatiran adanya risiko benturan, pihak pengelola meminta korban dirujuk ke RSUD untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk CT scan dan rontgen.

 

Di rumah sakit, korban sempat diobservasi sebelum diperiksa secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan yang keluar sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB menunjukkan tidak ada luka dalam maupun kerusakan organ. “Hanya ditemukan lecet dan memar ringan di bagian tangan,” jelasnya.

 

Meskipun demikian, dokter menyarankan pemantauan selama 1×24 jam. Keesokan harinya, keluarga korban meminta izin pulang, dan setelah memenuhi prosedur medis serta administrasi, korban diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

 

Dede menyampaikan saat mengantar korban pulang, kondisi anak sudah kembali normal. “Alhamdulillah, anaknya sudah aktif lagi. Bisa berbicara, makan, dan bergerak seperti biasa. Saat ditanya, dia juga sudah tidak mengeluh rasa sakit,” katanya.

 

Seluruh biaya pengobatan dan perawatan selama di rumah sakit ditanggung penuh oleh pihak pengelola, yang juga memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian. Keluarga korban pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan. Orang tua korban juga mengakui insiden terjadi akibat kurangnya pengawasan terhadap anak yang memang sangat aktif bergerak.

 

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pengelola telah melakukan evaluasi dan perbaikan. Salah satunya memindahkan meja dan fasilitas yang berada di dekat pagar agar tidak bisa dijadikan pijakan atau tempat memanjat oleh anak-anak.

 

“Kami tetap mengawasi area kolam sesuai kewajiban. Namun untuk area luar kolam, peran orang tua dan pendamping sangat dibutuhkan. Ke depan, kami sudah memindahkan perabotan yang berdekatan dengan pagar sebagai upaya pencegahan,” imbuhnya.

 

(H.Aboy)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *